SEBAGAI UCAPAN TERIMA KASIH SILAHKAN BERI COMENT

DOWNLOADS GRATIS

Selasa, 22 November 2011

Mengetahui Cara Kerja Pada IC Hp

Replies: 0
Views: 26     Seperti yang terlihat pada tabel diatas, bahwa IC Flash atau Flash Memory merupakan media untuk menyimpan data program MCU (Micro Controlled Unit) dan data program DSP (Digital Signal Processor) sebagai OS (Operating System) atau Software pada ponsel yang biasa disebut Firmware, sehingga Flash Memory menjadi berperan penting dalam baik tidaknya suatu system ponsel. Language pack atau pilihan bahasa (pada Ponsel Nokia disebut PPM) tersimpan juga didalam Flash Memory. Data-data yang tersimpan bukan hanya data operating system saja, juga terdapat data content pack atau User Area Data yang biasa digunakan untuk menyimpan data atau program oleh pengguna ponsel, diantaranya: Phone Book, SMS, Game, Aplikasi, Wallpaper, Nada Dering, Foto, Movie, Dll.
Flash Memory saat ini sudah terdapat data-data EEPROM yang telah diemulasikan didalam IC Flash. Data tersebut digunakan untuk penyimpanan data-data penting yang sudah di set oleh pabrik ponsel itu sendiri, data-data yang terdapat pada EEPROM diantaranya: Parameter signal, IMEI (International Mobile Equipment Identifier), SIM Lock, Security Code, ESN (Electronic Serial Number), MIN (Mobile Identification Code), SID (Sistem Identification Code), dll. Data program ini pada Ponsel Nokia disebut dengan PM (Permanent Memory).
Secara umum dalam perbaikan Software Ponsel terdapat 4 kategori tindakan, yaitu:
1.Set To Factory Default / Master Reset
Cara perbaikan ini adalah dengan cara mengembalikan semua pengaturan Ponsel menjadi kepengaturan awal seperti Ponsel baru keluar dari pabrik. Metode perbaikan ini tidak melewati proses Flashing akan tetapi hanya melakukan Reset pada semua pengaturan Ponsel. Proses ini akan mengakibatkan data-data user akan hilang, sebaiknya lakukan backup data terlebih dahulu.
Metode perbaikan tersebut dapat menyelesaikan permasalahan:

* Ponsel meminta kode pengaman (Phone Lock)
* Data user pada IC Flash terlalu penuh
* Kesalahan pengaturan

Prosedur:

* Ponsel kondisi hidup, tidak ada masalah disaat booting
* Disaaat dihubungkan ke Flasher Box, status ponsel “Local Mode” (tertampil di LCD)

1.Format User Area
Pada dasarnya didalam IC Flash Ponsel bukan hanya tersimpan Sistem Operasi saja. Data-data pengguna Ponsel seperti: Data Galery (Photo, Ringtones, Image), phone book, SMS, Game, Aplikasi, dll. Semua data ini tersimpan didalam IC Flash juga, jika data-data tersebut corupt atau bermasalah maka akan mempengaruhi pada kenerja Ponsel, apa lagi bila telah terinfeksi Virus, sehingga kinerja Ponsel menjadi berat bahkan Hank. Dengan melakukan Format User Area, Ponsel dapat menjadi segar kembali akan tetapi resikonya semua data-data User tersebut akan hilang.
Metode perbaikan tersebut dapat menyelesaikan permasalahan:

* Blank / kegagalan booting
* Terinfeksi Virus
* Application Crashes
* Data user terlalu penuh
* Restart

Prosedur:

* Disaaat dihubungkan ke Flasher Box, status ponsel “Local Mode” (tertampil di LCD)

1.Flash
Kerusakan software ponsel diperlukan pemrograman ulang untuk memperbaikinya, apapun gejala kerusakannya mungkin saja bisa diakibatkan karena kerusakan operating sistem ponsel yang bermasalah. Cara perbaikan ini adalah dengan cara menghapus semua data Firmware yang tersimpan didalam IC Flash Ponsel, lalu dituliskan kembali menggunakan Firmware yang baru dan sesuai dengan ponsel tersebut. Proses hapus dan menulis ini dinamakan Flashing atau biasa disebut “Flash”.
Ponsel yang tidak mempunyai pilihan bahasa Indonesia dapat dirubah menjadi bahasa Indonesia, caranya tidak dengan menambahkan bahasanya akan tetapi dengan cara Flashing, yaitu menghapus semua Firmware yang tersimpan didalam Ponsel lalu menuliskan kembali dengan Firmware yang telah ada bahasa Indonesianya.
Metode perbaikan tersebut dapat menyelesaikan permasalahan:

* Upgrade
* Mati total
* Restart
* Blank / kegagalan booting
* Blink white screen
* Hank
* Kegagalan fungsi bluetooth
* Contact service

Prosedur:

* 1ST Boot OK
* Semua IC Flash terditeksi dengan baik

1.Full Flash ( + EEPROM Area)
Seringkali permasalahan Software seperti: Contact Service, Blank Nokia, Hank, White Screen, dll yang tidak dapat ditangani dengan cara Flashing biasa seperti Flashing Firmware (MCU & PPM), karena Kinerja Software Ponsel bukan hanya MCU dan PPM saja, ada beberapa sektor yang akan mendukung kinerja Ponsel diantaranya PM (Permanent Memory). PM terprogram pada EEPROM Ponsel (Electrically Erasable Programable Read Only Memory), pada Ponsel Nokia saat ini EEPROM sudah di emulasikan didalam IC Flash. Didalam PM ini akan tersimpan data-data informasi Ponsel yang telah diprogram oleh vendor pembuat seperti: parameter signal, IMEI (International Mobile Equipment Identifier), Security Code, ESN (Elektronik Serial Number), MIN (Mobile Identification Code), SID (Sistem Identification Code), dll
Ada cara-cara khusus dalam perbaikan area EEPROM Ponsel Nokia, sebelum melakukan Flashing MCU dan PPM perlu melakukan Custom Errase terlebih dahulu, Custom Errase digunakan untuk menghapus data IC Flash pada alamat-alamat tertentu atau menghapus keseluruhan data IC Flash. Melalui Custom Errase ini kita dapat menghapus Area EEPROM Ponsel (PM). Setelah proses Erasing PM selesai Selanjutnya Flash MCU dan PPMnya. Selanjutnya kita tulis kembali EEPROMnya menggunakan File PM yang sesuai dengan type Ponselnya. Bila anda tidak mempunyai File PM Ponsel tersebut, anda dapat mem-backup dari Ponsel yang normal dengan cara “Read PM” dari Ponsel yang sama Typenya. Sampai langkah ini Ponsel tidak akan Normal bahkan Ponsel akan menolak SIMCard, tidak akan mendapatkan signal karena status jaringan terkunci, atau Contact Service. Hal ini diakibatkan karena Ponsel dalam status terkunci, maka Ponsel yang telah dituliskan Pmnya perlu disesuaikan dengan Ponselnya dan melakukan Proses Unlock, maka anda perlu melakukan Unlock.
Prosedur:

* 1ST Boot OK
* Semua IC Flash terditeksi dengan baik
* Sebelum melakukan Errase, diharuskan untuk membackup: RPL / Certificate dan PM secara Full.

1.Permasalahan security Nokia BB5 Penyebab kerusakan pada Security Nokia BB5 dapat disebabkan oleh beberapa faktor

1. faktor kesengajaan, biasanya terjadi akibat ponsel yang telah dilakukan Full errase yang mengakibatkan area sekuriti terhapus.
2. Dikabatkan karena write PM/ pemrograman ulang pada area eeprom ( Write PM Full)
3. Jaringan dan SIM lock (SP Lock) yang dikunci oleh vendor seperti: Vodafone, T-Mobile, dll. Biasanya ponsel seperti ini yang datang dari luar negri dengan keadaan terkunci pada suatu jaringan.
4. Diakibatkan karena prosedur Unlock yang tidak sempurna
5. Penggantian RAP atau NOR Flash.

Masalah yang dapat ditimbulkan dari beberapa faktor diatas, ditambah faktor2 lain (kerusakan Hardware), hasilnya akan sama. Seperti: “Contact service”, “Phone Restricted”, “SIM Not Valid”, “Contact Retailer”, Watchdog effect (3 menit mati), permasalahan tersebut diakibatkan karena security yang rusak.

Apapun gejala kerusakan yang diakibatkan karena Security yang bermasalah, diantaranya:

* IMEI, harus bagus tidak boleh rusak, IMEI (International Mobile Equipment Identity) tersimpan pada NOR Flash. Bila rusak maka security bermasalah. Bagaimana cara mengetahui rusak tidaknya IMEI? Yaitu dengan cara Info pada flasher box atau dengan menekan tombol *#06#. Ciri IMEI yang bagus, akan sesuai dengan IMEI di Back Casing, sedangkan yang rusak akan menampilkan nomor IMEI “12345610654321”.

IMEI : 357062-00-416456-1 (tergantung nomor imei hpnya) ->Imei Valid (Normal)
IMEI : 12345610654321? -> Imei rusak

* SIM Lock Data, harus normal. Baik tidaknya SIM Lock data dapat diketahui dengan cara melihat proses info. Pada proses Info akan membaca IMEI dan SIMLOCK data.

Biasanya bila SIMLock yang normal akan menampilkan provider (Finland, Vodafone,dll) itu menandakan bahwa SIMLOCK normal. Data SIM Lock tersimpan pada data PM di Sector 308. Yang jelek biasanya konfig keynya FFFFFF dan providernya “unknown
provider”.

1.Autorisasi SX4, Sekuriti Otorisasi SX4 ialah sekuriti yang digunakan untuk melakukan perubahan pada area PM yang terproteksi, setelah autorisasi terhadap smartcard SX4 harus diakhiri dengan write PM pada Field 1 dan 309. Syaratnya SX4/otorisasi SX4 dapat berhasil, apabila SIMLock data dan IMEI bagus (Valid), bila salah satunya rusak maka proses SX4 tidak akan berhasil. Cara menentukan apakah Otorisasi SX4 ini perlu dilakukan atau tidak (dengan catatan simlock data dan imei harus valid) yaitu dengan cara melakukan self test dengan flasher box:
Misalkan kita mendapatkan kasus “Contact service” atau “Contact Retailer”, ketika di Info, IMEI bagus, SIMLOCK bagus tapi ponsel masih bermasalah. Kita dapat mengetahuinya melalui Selftest, kita lihat dimana permasalahannya melalui hasil pembacaan self test, bila “ST_SECURITY_TEST Failed” berarti permasalahan pada SX4, kita tinggal SX4 lalu melakukan write PM yang mengandung field 1 dan 309 saja. Apabila Anda melakukan Write Full PM, jangan disertakan dengan Field 308, sebab akan menimpah kembali SIMLocknya, terkecuali bila menggunakan file PM dari hasil Backup dari ponsel tersebut.

Kunci menganalisa kerusakan security dapat diketahui melalui 2 cara: Read Info dan Self test.

Fasilitas Info dan Selftest telah tersedia disetiap Flasher Box Nokia yang ada dipasaran, terkecuali UFS Tornado yang belum terpasang HWK. Melalui fasilitas Ini kita bisa mendapatkan banyak informasi didalamnya, sehingga akan memudahkan untuk menentukan langkah pengerjaannya.
Melalui fasilitas “Info” kita dapat mengetahui IMEI dan status SIM Lock Ponsel. Sedangkan fasilitas “Self Test” lebih banyak lagi informasi yang dapat kita ketahui, walaupun pada analisis Software yang selalu kita perhatikan hanya dua poin saja, yaitu ST_SIM_LOCK_TEST dan ST_SECURITY_TEST, sedangkan yang lainnya untuk menentukan kerusakan pada bagian Hardwarenya.
Syarat Ponsel dapat di Info dan Self test, terlebih dahulu Ponsel harus bisa “Local Mode” disaat kabel FBUS sedang terhubung ke Ponsel.


TANYA JAWAB

================================================== ================
1.Langkah apa yang harus dilakukan apabila mendapatkan permasalahan IMEI yang rusak (12345610654321?)
Jawaban:
A.Apabila sebelum kerusakan security terjadi, kita telah melakukan Backup RPL atau Certificate, yang perlu kita lakukan hanya menuliskan atau memasukan kembali file RPL atau Certificate tersebut.
B.Tetapi bila kita tidak mempunyai file RPL Backupnya, maka kita harus melakukan kalkulasi ASK to RPL.
================================================== =============
1.Apabila IMEI ponsel tersebut tidak bermasalah akan tetapi pada SIM Lock atau SP Areanya corupt/rusak, langkah apa yang perlu dilakukan?
A.Apabila Anda mempunyai file PM hasil Backup, Anda tinggal menuliskannya kembali dengan cara write PM dengan menyertakan Field 308.
B.Apabila kita tidak mempunyai file PM hasil Backup, kita dapat melakukan Repair SL Zone menggunakan Software khusus seperti: BB5 King, BB5 Prince, BB5 Sultan, dll.
2. ================================================== ================================================== =========
Bagaimana bila SIM Locknya kosong / :
SL Conf : 0000000000000000
SL Stat : 0000000000000000
SL Count: 00 00
Provider: not found
Jawaban:
A.Kita sudah tidak bisa lagi mengakali untuk permasalahan ini, mau tidak mau kita perlu melakukan ASK to RPL.
3. ================================================== ================================================== ========
Bagaimana jika kita mempunyai file RPL atau Certificate hasil Backup dari Ponsel tersebut, akan tetapi tidak mempunyai file PM dari hasil Backup dari Ponselnya?
A.File RPL atau Certificate hasil dari Backup, hanya dapat memperbaiki IMEI saja. RPL tersebut tidak dapat mengembalikan SP area atau SIM Lock data.
4. ================================================== ================================================== ========
Bagaimana jika kita memiliki file PM hasil Backup tetapi tidak mempunyai backup RPL/Certificate?
A.Dengan menuliskan atau mengembalikan PM, kita hanya bisa mengembalikan SIM Lock data, tidak dapat mengembalikan IMEI.
1.Seperti apa file RPL hasil Kalkulasi ASK to RPL?
A.File RPL ini yang kita ambil dari server, data ini mengandung IMEI dan SIM Lock data, file RPL ini terdiri dari NPC (Nokia Public Certificate) yang berisikan data security yang sangat lengkap, diantaranya: Public ID, IMEI, Product Code, Bluetooth ID, dll.
B.Dengan melakukan ASK to RPL melalui server Nokia, kerusakan security ponsel yang berat sekalipun dapat diselesaikan dengan baik, karena file RPL ini dapat menangani SIM Lock yang hilang (tidak ada) dan IMEI yang rusak.
Proses “kalkulasi” Ask to Rpl ini sebenarnya adalah proses fetching (pengambilan data) dari server milik Nokia berdasarkan RAP Public ID yang kita kirimkan pada file ask ketika proses read ask pada flasher box. Data-data yang diambil dari server Nokia ini dikumpulkan dalam 1 file dengan ekstensi rpl. Jadi banyak data-data dalam file rpl yang diambil dari server Nokia ini, akan tetapi yang perlu kita ketahui antara lain file rpl hasil fetching itu berisi data Imei dan Simlock Data sesuai dengan RAP Public ID yang kita kirimkan di file ask.
Contoh:
Kita kirim file ask yang berisi RAP Public: 083000049DA94F57E6294AD98C967F5258BC5786
Maka nantinya di server Nokia akan dicari IMEI dan Simlock data (dan juga data-data lainnya) untuk Public ID 083000049DA94F57E6294AD98C967F5258BC5786 dan mengirimkannya dalam file rpl
Jadi proses Ask to Rpl Nokia BB5 ini digunakan untuk mendapatkan file Rpl yang akan digunakan untuk memperbaiki Imei dan atau Simlock Data yang corrupt / rusak / kosong.
1.Apakah kita dapat melakukan kalkulasi ASK to RPL langsung ke Server Nokia?
A.Kita tidak dapat secara langsung mengirimkan file ask dan meminta file Rpl ke server Nokia. Untungnya ada pihak-pihak 3rd party yang menjembatani antara kita dengan server Nokia. 3rd Party tersebut antara lain :

* üMXLogger
* üGT Server
* üBPhreaks
* üUniversal Box
* üRPL24.com
* üDll

proses Ask to Rpl ini tidaklah gratis, para 3rd party biasanya menerapkan sistem credit untuk proses ini. Jadi nantinya kita membeli credit terlebih dahulu, baru dapat menggunakan jasa Ask to Rpl 3rd Party tersebut. Jumlah dan harga bervariatif untuk setiap 3rd partynya.
Bagaimana bila kita telah melakukan Write RPL tetapi security Ponsel masih bermasalah?

* Ponsel Nokia BB5 memerlukan penulisan PM Field (1) dan (308). Untuk melakukan hal ini adalah dengan cara melakukan SX4/PMMAuth, sebelum melakukan penulisan PM. Tetapi selama kita melakukan SX4 ponsel harus dalam keadaan local mode, dan jangan di lepas dari box flasher sebelum operasi tersebut selesai.
* Ada beberapa permasalahan yang dapat diselesaikan dengan cara downgrade terlebih dahulu lalu write RPL, SX4, dan Write PM, kemudian flash lagi dengan versi diatasnya.


Bagaimana kita mendapatkan area PM field 1 dan field 308?

* Apabila kita menggunakan Software yang tidak memiliki fasilitas SX4 (misalkan UFS HWK/Micro), kita dapat menggunakan file PM hasil dari Backup dari ponsel yang lain (dengan type yang sama) dengan catatan membackup dari Ponsel yang masih normal. Kemudian hilangkan area 308, dengan cara membuka file pm menggunakan NotePad (software pada Windows), kemudian save lalu masukan (write PM) ke ponsel tersebut. Jika kita tidak menghilangkan area 308, SIM Lock ponsel akan tertutup kembali atau security ponsel akan kembali rusak.
* Atau kita dapat menyertakan Field 1 dan 308 saja, lalu lakukan seperti langkah diatas. (disini kita hanya menyertakan Field 1 dan 308 saja tanpa Field yang lainnya)


Apa yang dimaksud SX4 atau PMM Auth? A.SX4 card adalah sebuah smartcard dari Nokia yang biasanya diberikan kepada teknisi resmi level-level tertentu Nokia. Smart Card ini digunakan dengan FPS10, PPS8 untuk Calculate RPL dan memberikan Pasword Authorisasi pada Ponsel, dengan cara membuka area PM dan menuliskan PM Field 1 dan 309.
Fungsi SX4 card ini sendiri salah satunya adalah untuk otorisasi SX4 / otorisasi PMM. Dikarenakan harga smartcard SX4 ini yang harganya sangat mahal dan mungkin barangnya juga susah didapat, maka banyak flasher box yang mengemulasikan smartcard SX4 ini di server mereka dan mengimplementasikan fitur SX4 Auth / PMM Auth pada software flasher box mereka sehingga ketika user menggunakan SX4 Auth / PMM Auth pada software flasher box tersebut, maka software tersebeut akan mengakses smartcard yang telah di emulasikan pada server mereka. Oleh karena itu, pada proses SX4 Auth / PMM Auth memerlukan koneksi internet. Flasher box yang mempunyai fitur SX4 Auth / PMM Auth antara lain: JAF, UB, MXKey, MT-Box, sangat disayangkan HWK tidak mempunyai fasilitar SX4.
2.Mengapa kita harus melakukan SX4?
A.SX4 berfungsi untuk merubah atau menuliskan kembali PM area tertentu. SX4 mengkalkulasi password untuk ponsel. Karena nokia memproteksi area PM tersebut pada field (1) dan (309). Jika kita membutuhkan untuk penulisan field tersebut kita harus melakukan SX4.
3.Apa saja syarat-syarat melakukan SX4?
4.Bagaimana jika Ponsel masih tetap Contact Service, Contact Retailer padahal area security sudah tidak bermasalah?
A.Kerusakan bisa saja diakibatkan karena Hardwarenya justru yang bermasalah, seringkali permasalahan Hardware diakibatkan karena ASICs Energy Menegement (RETU, TAHVO). kerusakan dari RAP juga dapat mengakibatkan Contact Service
B.Data jaringan ( Band Lock ) yang bermasalah dapat memungkinkan ponsel tersebut Contact Service. Sebagai contoh kita memiliki ponsel 5200 yang Contact Service, kita Read Certificate dengan menggunakan software UFS atau Universal Box, check pada “CCC_ DATA_X” dan “HWC_DATA_X” data tersebut adalah data yang menyimpan Band Lock atau hold jaringan pada ponsel. Untuk data RPL CCC_DATA_X dan HWC_DATA_X tersebut anda dapat mengambil dari ponsel lain yang satu type namun dalam keadaan normal, dan masukan pada ponsel contact service tersebut maka ponsel tersebut akan normal kembali, jika permasalahan contact service tersebut memang disebabkan dari bandlock.

Kondisi seperti apakah bila kita memang perlu untuk melakukan proses ASK to RPL?

* üImei Corrupt / Rusak (tidak mempunyai file Backup RPL)
* üSimlock Data kosong / config key=0000000000
* üRepair Simlock Data berhasil tetapi HP masih tetap watchdog (mati setelah kurang lebih 3 menit)


2.Dapatkah kita melakukan Write RPL menggunakan kabel USB, bukan FBUS?
A.Tentu saja tidak bisa, karena untuk melakukan hal tersebut Ponsel harus dalam keadaan Flash Mode atau Local Mode.,,,,by just copas
      Forum: Software  ·  Post Preview: #50

No New Posts  cara kerja NOKIA
arsalm     Posted on: February 11, 2011 06:43 pm

Replies: 0
Views: 61     Syarat kerja
Apabila terdapat salah satu dari syarat kerja dibawah ini bermasalah / tidak ada, maka sistem tersebut tidak akan berkerja.

1. RAP
Tegangan kerja & Clock:

-VIO sebesar 1,8Volt diberikan oleh RETU
-VCORE sebesar 1,4Volt diberikan oleh TAHVO
-RF Clock sebesar 38.4Mhz
-Sleep Clock sebesar 32.768Khz

Perintah Kerja

-PURX, untuk mengaktifkan RAP. Perintah ini diberikan oleh RETU ke RAP

-SleepX, untuk menentukan Mode kerja RAP. Perintah ini diberikan RAP kepada RETU. Tujuannya untuk menentukan Mode ponsel, apakah Statusnya berada pada Mode aktif atau Mode Sleep. Apabila SleepX mempunyai tegangan sebesar 1,8Volt maka tegangan VR1 yang dihasilkan oleh RETU akan tetap aktif, selanjutnya VR1 akan memberikan tegangan kerja kepada VCTCXO sebesar 2.5Volt, agar VCTXO dapat terus menghasilkan Clock sebesar 38.4Mhz kepada RAP melalui HINKU.

2.NOR Flash
Tegangan kerja & Clock:

-VIO sebesar 1,8Volt diberikan oleh RETU
-VPP sebesar 1,8Volt diberikan oleh RAP

3.SDRAM
Tegangan kerja:

-VIO sebesar 1,8Volt diberikan oleh RETU
-VDRAM sebesar 1,8 Volt diberikan oleh RETU

4.OMAP
Tegangan kerja & Clock:

-VIO sebesar 1,8Volt diberikan oleh RETU
-VCOREA sebesar 1,4 Volt diberikan oleh SMPS VCOREA
-System Clock sebesar 19.3Mhz diberikan oleh RAP

Perintah Kerja:

-PURX, untuk mengaktifkan OMAP. Perintah ini diberikan oleh RETU ke OMAP

5.COMBO Memory
Tegangan kerja & Clock:

silahkan bagi yg membutuhkan.

-VIO sebesar 1,8Volt diberikan oleh RETU
-VDRAM sebesar 1,8 Volt diberikan oleh RETU. Khusus pada N70, VDRAM diberikan VDDR APE melalui VDDR APE Regulator sebesar 1.8Volt.


Langkah kerja(Power ups Steps)

Setelah di power ON

RETU mengaktifkan Sleep Clock,VANA,VIO,VR1 dan VDRAM
Voltase pada RETU yaitu RSTX pin akan mengaktifkan TAHVO ASIC
TAHVO aktif VCORE(RAP3G) dan internal ascillator mengendalikan VCOREA(OMAP)
VCTCXO regulator bekerja dan RFCLK(38.4MHZ) di kendalikan oleh RETU regulator
RETU mengeluarkan PURX setelah 16ms setelah RFClk stabil
2.4 MHz SMPS clock untuk TAHVO di hasilkan
Setelah PURX keluar dan berjalannya 2.4 synchronization clock terdeteksi,TAHVO akan mengendalikan VCOREA
Sistem bekerja dan berjalan
Software berfungsi untuk menyalakan regulator lain


RAP3G

RAP3G adalah sebuah Radio Application Processor
Sukses nya TIKU(pada NOKIA 7600) dengan beberapa teknik pengembangan dan penambahan fitur
Pada umumnya RAP3G terdiri dari tiga bagian:
-Penggerak Utama(Main Processor),mengatur 3 fungsi yaitu PH3,DSP dan yang berhubungan
-MCU peripherals
-DSPperipherals

RAP3G berjalan dengan NOS dan mengawasi semua dari aktivitas modem
RAP3G core voltage 1.40V di jalankan dari TAHVO
VCORE dan VI/O(input/output) berasal dari RETU VIO.Tegangan CORE pada sleepmode dibawah1.05V


RETU

RETU adalah EM ASIC utama termasuk fungsi fungsi blok:
-Start up logic dan kontrol reset
-pendeteksi proses Charging
-Memonitor tegangan Battery
-32.768kHz clock dengan EXternal crystal
-Real time clock dengan external backup battery
-SIM CARD interface
-Streo audio codecs dan amplifiers
-A/D converter
-Regulator
-Vibra interface
-Digital interface(CBUS)
RETU ASIC tidak mempunyai fungsi securyti layaknya UEM(E,K)


TAHVO

TAHVO adalah EM ASIC termasuk fungsi block:
-CORE supply generation(VCORE & VCOREA)
-Level shifter dan regulator untuk USB/FBUS
-Kontrol battery seperti pada proses pengecasan
-External LED driver control interface
-Digital interface(CBUS)
-TAHVO ASIC tidak mempunyai fungsi security layaknya UEM(E,K)


CMT Flash

CMT Flash memory digunakan untuk menyimpan:
-MCU program code
-DSP prgram code
-Tuning Values
-Certificates
-Kapasitas 64Mbit
-Logic dan supply tegangan untuk NOR Flash di hasilkan dari VIO(1.8V)
Flash Clock adalah 48Mhz(192Mhz/4)

CMT SDRAM

CMT SDRAM adalah penyimpanan data dinamic untuk MCU data
Kapasitas 64MBit
SDRAM core voltage (1.8v) di hasilkan oleh RETU VDRAM regulator
Tegangan I/O(1.8) di hasilkan oleh RETU VIO regulator
SDRAM clock adalah 96Mhz(192Mhz/2)


OMAP

OMAP adalah aplikasi penggerak yang berjalan dengan sistem Symbian(EPOC)

Platform untuk kemudahan penggunaan aplikasi,interface dasar(Main Interface):
-Kamera
-Layar
-Bluetooth
-MMC
-USB
-Keyboard
-XBUS untuk penghubung dengan RAP3G
OMAP adalah standard ASIC yang di design oleh Texas Instrument dan di gunakan juga oleh VEndor lain dan NOTEBOOK
CORE Voltage VCORE(1.4V yang dihasilkan oleh discrete SMPS dan bekerja dibawah 1.09V pada sleepmode
I/O voltage VIO(1.8V) oleh RETU


APE COMBO MEMORY

APe flash digunakan untuk menyimpan kode aplikasi dan data pengguna
Tidak memungkin untuk mengakses kode langsung dari Flash--->mesti loader ke DDR dan berjalan darinya
kapasitas 256MBit(flash),256MBit(DDR)
Tegangan untuk DDR adalah VDRAM 1.8V
VIO 1.8V adalah dari DDR I/O
Tegangan Both NAND core dan I/O berasal dari RETU
DDR clock adalah 110Mhz(220MHz/2)
Flash interface speed adalah 22MHZ


Product Specific Circuitries

Kamera depan
kamera depan di kontrol dan datanya di koleksi oleh OMAP
Tegangan VIO dari OMAP adalah 1.8V dan salah satu diantaranya adalah 2.8V oleh karena itu di perlukan level shifter
Kamera mempergunakan dua tegangan berbeda dari LDO(Low -Dropout Voltage)
VCAM 1.5V untuk rangkaian kamera digital dan sensor A/D-converter
VCAM2 2.8V untuk kamera I/O dan sensor photo diode


Kamera belakang

Terhubung dengan OMAP melalui data dan kontrol interface
Data di salurkan melalui perbedaan serial interface menggunakan clock dan data
Kamera kontroli hubungkan langsung dengan control interface yang kompatibble dengan 2 IC menggunakan SCL % SDA signal(1.8V)
Kamera digital: VCAM 1.5V dari discrete LDO
Kamera analog : VAUX 2.5V dari RETU
Kontrol signal tambahan
Vctrl:High 1.8V=kamera aktif -low 0V=camera tidak aktif
Extclk:CLOCK dari OMAP1710(9.6MHz)


Kamera Flash Light

Didesign untuk memberikan lebih pencahayaan ketika pengambilan gambar di ruang gelap
LED yang sama juga di gunakan sebagai indikator cahaya ketika sebuah video sedang diambil
TK1189 adalah SMPS untuk FLED,di gunakan sebagai pengontrol dua host
Flash kontrol di atur oleh kamera
Mode indikator di atur oleh OMAP


Bluetooth

Chip tunggal BTBC3(termasuk RF,BB & ROM memory)
UART interface untuk kontrol/data dengan OMAP
PCM interface untuk audio data dengan RAP3G
I/O 1.8V dari VIO
Analog voltage 2.85V dari battre melewati discrete LDO
Clock 38.4MHz dari bagian RF

      Forum: Software  ·  Post Preview: #49

No New Posts  Apa Itu Skype ?
arsalm     Posted on: December 11, 2010 06:02 pm

Replies: 3
Views: 212     ijin unduh gan
terima kasih banyak atas pembelajarannya

di unduh dulu
thanks tongue.gif
      Forum: Internet  ·  Post Preview: #47

No New Posts  Seputar ttg Software
arsalm     Posted on: November 23, 2010 07:34 pm

Replies: 0
Views: 69     IC Flash atau Flash Memory merupakan media untuk menyimpan data program MCU (Micro Controlled Unit)
dan data program DSP (Digital Signal Processor) sebagai OS (Operating System)
atau Software pada ponsel yang biasa disebut Firmware, sehingga Flash Memory menjadi berperan penting dalam baik tidaknya suatu system ponsel.
Language pack atau pilihan bahasa (pada Ponsel Nokia disebut PPM) tersimpan juga didalam Flash Memory. Data-data yang tersimpan bukan hanya data operating system saja, juga terdapat data content pack atau User Area Data yang biasa digunakan untuk menyimpan data atau program oleh pengguna ponsel, diantaranya: Phone Book, SMS, Game, Aplikasi, Wallpaper, Nada Dering, Foto, Movie, Dll.
Flash Memory saat ini sudah terdapat data-data EEPROM yang telah diemulasikan didalam IC Flash.
Data tersebut digunakan untuk penyimpanan data-data penting yang sudah di set oleh pabrik ponsel itu sendiri, data-data yang terdapat pada EEPROM diantaranya: Parameter signal, IMEI (International Mobile Equipment Identifier), SIM Lock, Security Code, ESN (Electronic Serial Number), MIN (Mobile Identification Code), SID (Sistem Identification Code), dll. Data program ini pada Ponsel Nokia disebut dengan PM (Permanent Memory).

Secara umum dalam perbaikan Software Ponsel terdapat 4 kategori tindakan, yaitu:

1.Set To Factory Default / Master Reset
Cara perbaikan ini adalah dengan cara mengembalikan semua pengaturan Ponsel menjadi kepengaturan awal seperti Ponsel baru keluar dari pabrik. Metode perbaikan ini tidak melewati proses Flashing akan tetapi hanya melakukan Reset pada semua pengaturan Ponsel. Proses ini akan mengakibatkan data-data user akan hilang, sebaiknya lakukan backup data terlebih dahulu.
Metode perbaikan tersebut dapat menyelesaikan permasalahan:
* Ponsel meminta kode pengaman (Phone Lock)
* Data user pada IC Flash terlalu penuh
* Kesalahan pengaturan

Prosedur:
* Ponsel kondisi hidup, tidak ada masalah disaat booting
* Disaaat dihubungkan ke Flasher Box, status ponsel ?Local Mode? (tertampil di LCD)

1.Format User Area
Pada dasarnya didalam IC Flash Ponsel bukan hanya tersimpan Sistem Operasi saja. Data-data pengguna Ponsel seperti: Data Galery (Photo, Ringtones, Image), phone book, SMS, Game, Aplikasi, dll. Semua data ini tersimpan didalam IC Flash juga, jika data-data tersebut corupt atau bermasalah maka akan mempengaruhi pada kenerja Ponsel, apa lagi bila telah terinfeksi Virus, sehingga kinerja Ponsel menjadi berat bahkan Hank. Dengan melakukan Format User Area, Ponsel dapat menjadi segar kembali akan tetapi resikonya semua data-data User tersebut akan hilang.

Metode perbaikan tersebut dapat menyelesaikan permasalahan:
* Blank / kegagalan booting
* Terinfeksi Virus
* Application Crashes
* Data user terlalu penuh
* Restart

Prosedur:
* Disaaat dihubungkan ke Flasher Box, status ponsel ?Local Mode? (tertampil di LCD)

1.Flash
Kerusakan software ponsel diperlukan pemrograman ulang untuk memperbaikinya, apapun gejala kerusakannya mungkin saja bisa diakibatkan karena kerusakan operating sistem ponsel yang bermasalah. Cara perbaikan ini adalah dengan cara menghapus semua data Firmware yang tersimpan didalam IC Flash Ponsel, lalu dituliskan kembali menggunakan Firmware yang baru dan sesuai dengan ponsel tersebut. Proses hapus dan menulis ini dinamakan Flashing atau biasa disebut ?Flash?.
Ponsel yang tidak mempunyai pilihan bahasa Indonesia dapat dirubah menjadi bahasa Indonesia, caranya tidak dengan menambahkan bahasanya akan tetapi dengan cara Flashing, yaitu menghapus semua Firmware yang tersimpan didalam Ponsel lalu menuliskan kembali dengan Firmware yang telah ada bahasa Indonesianya.
Metode perbaikan tersebut dapat menyelesaikan permasalahan:

* Upgrade
* Mati total
* Restart
* Blank / kegagalan booting
* Blink white screen
* Hank
* Kegagalan fungsi bluetooth
* Contact service

Prosedur:
* 1ST Boot OK
* Semua IC Flash terditeksi dengan baik

1.Full Flash ( + EEPROM Area)
Seringkali permasalahan Software seperti: Contact Service, Blank Nokia, Hank, White Screen, dll yang tidak dapat ditangani dengan cara Flashing biasa seperti Flashing Firmware (MCU & PPM), karena Kinerja Software Ponsel bukan hanya MCU dan PPM saja, ada beberapa sektor yang akan mendukung kinerja Ponsel diantaranya PM (Permanent Memory). PM terprogram pada EEPROM Ponsel (Electrically Erasable Programable Read Only Memory), pada Ponsel Nokia saat ini EEPROM sudah di emulasikan didalam IC Flash. Didalam PM ini akan tersimpan data-data informasi Ponsel yang telah diprogram oleh vendor pembuat seperti: parameter signal, IMEI (International Mobile Equipment Identifier), Security Code, ESN (Elektronik Serial Number), MIN (Mobile Identification Code), SID (Sistem Identification Code), dll
Ada cara-cara khusus dalam perbaikan area EEPROM Ponsel Nokia, sebelum melakukan Flashing MCU dan PPM perlu melakukan Custom Errase terlebih dahulu, Custom Errase digunakan untuk menghapus data IC Flash pada alamat-alamat tertentu atau menghapus keseluruhan data IC Flash. Melalui Custom Errase ini kita dapat menghapus Area EEPROM Ponsel (PM). Setelah proses Erasing PM selesai Selanjutnya Flash MCU dan PPMnya. Selanjutnya kita tulis kembali EEPROMnya menggunakan File PM yang sesuai dengan type Ponselnya. Bila anda tidak mempunyai File PM Ponsel tersebut, anda dapat mem-backup dari Ponsel yang normal dengan cara ?Read PM? dari Ponsel yang sama Typenya. Sampai langkah ini Ponsel tidak akan Normal bahkan Ponsel akan menolak SIMCard, tidak akan mendapatkan signal karena status jaringan terkunci, atau Contact Service. Hal ini diakibatkan karena Ponsel dalam status terkunci, maka Ponsel yang telah dituliskan Pmnya perlu disesuaikan dengan Ponselnya dan melakukan Proses Unlock, maka anda perlu melakukan Unlock.

Prosedur:
* 1ST Boot OK
* Semua IC Flash terditeksi dengan baik
* Sebelum melakukan Errase, diharuskan untuk membackup: RPL / Certificate dan PM secara Full.
Permasalahan security Nokia BB5

Penyebab kerusakan pada Security Nokia BB5 dapat disebabkan oleh beberapa faktor :

1. faktor kesengajaan, biasanya terjadi akibat ponsel yang telah dilakukan Full errase yang mengakibatkan area sekuriti terhapus.
2. Dikabatkan karena write PM/ pemrograman ulang pada area eeprom ( Write PM Full)
3. Jaringan dan SIM lock (SP Lock) yang dikunci oleh vendor seperti: Vodafone, T-Mobile, dll. Biasanya ponsel seperti ini yang datang dari luar negri dengan keadaan terkunci pada suatu jaringan.
4. Diakibatkan karena prosedur Unlock yang tidak sempurna
5. Penggantian RAP atau NOR Flash.

Masalah yang dapat ditimbulkan dari beberapa faktor diatas, ditambah faktor2 lain (kerusakan Hardware), hasilnya akan sama. Seperti: ?Contact service?, ?Phone Restricted?, ?SIM Not Valid?, ?Contact Retailer?, Watchdog effect (3 menit mati), permasalahan tersebut diakibatkan karena security yang rusak.

Apapun gejala kerusakan yang diakibatkan karena Security yang bermasalah, diantaranya:

* IMEI, harus bagus tidak boleh rusak, IMEI (International Mobile Equipment Identity) tersimpan pada NOR Flash. Bila rusak maka security bermasalah. Bagaimana cara mengetahui rusak tidaknya IMEI? Yaitu dengan cara Info pada flasher box atau dengan menekan tombol *#06#. Ciri IMEI yang bagus, akan sesuai dengan IMEI di Back Casing, sedangkan yang rusak akan menampilkan nomor IMEI ?12345610654321?.

IMEI : 357062-00-416456-1 (tergantung nomor imei hpnya) ->Imei Valid (Normal)

IMEI : 12345610654321? -> Imei rusak

* SIM Lock Data, harus normal. Baik tidaknya SIM Lock data dapat diketahui dengan cara melihat proses info. Pada proses Info akan membaca IMEI dan SIMLOCK data.

Biasanya bila SIMLock yang normal akan menampilkan provider (Finland, Vodafone,dll) itu menandakan bahwa SIMLOCK normal. Data SIM Lock tersimpan pada data PM di Sector 308. Yang jelek biasanya konfig keynya FFFFFF dan providernya ?unknown provider?.
Autorisasi SX4, Sekuriti Otorisasi SX4 ialah sekuriti yang digunakan untuk melakukan perubahan pada area PM yang terproteksi, setelah autorisasi terhadap smartcard SX4 harus diakhiri dengan write PM pada Field 1 dan 309. Syaratnya SX4/otorisasi SX4 dapat berhasil, apabila SIMLock data dan IMEI bagus (Valid), bila salah satunya rusak maka proses SX4 tidak akan berhasil. Cara menentukan apakah Otorisasi SX4 ini perlu dilakukan atau tidak (dengan catatan simlock data dan imei harus valid) yaitu dengan cara melakukan self test dengan flasher box.

Misalkan kita mendapatkan kasus ?Contact service? atau ?Contact Retailer?, ketika di Info, IMEI bagus, SIMLOCK bagus tapi ponsel masih bermasalah. Kita dapat mengetahuinya melalui Selftest, kita lihat dimana permasalahannya melalui hasil pembacaan self test, bila ?ST_SECURITY_TEST Failed? berarti permasalahan pada SX4, kita tinggal SX4 lalu melakukan write PM yang mengandung field 1 dan 309 saja. Apabila Anda melakukan Write Full PM, jangan disertakan dengan Field 308, sebab akan menimpah kembali SIMLocknya, terkecuali bila menggunakan file PM dari hasil Backup dari ponsel tersebut.
Kunci menganalisa kerusakan security dapat diketahui melalui 2 cara: Read Info dan Self test.


1.Langkah apa yang harus dilakukan apabila mendapatkan permasalahan IMEI yang rusak (12345610654321?)
Jawaban:
A.Apabila sebelum kerusakan security terjadi, kita telah melakukan Backup RPL atau Certificate, yang perlu kita lakukan hanya menuliskan atau memasukan kembali file RPL atau Certificate tersebut.
B.Tetapi bila kita tidak mempunyai file RPL Backupnya, maka kita harus melakukan kalkulasi ASK to RPL.
================================================== =============
1.Apabila IMEI ponsel tersebut tidak bermasalah akan tetapi pada SIM Lock atau SP Areanya corupt/rusak, langkah apa yang perlu dilakukan?
A.Apabila Anda mempunyai file PM hasil Backup, Anda tinggal menuliskannya kembali dengan cara write PM dengan menyertakan Field 308.
B.Apabila kita tidak mempunyai file PM hasil Backup, kita dapat melakukan Repair SL Zone menggunakan Software khusus seperti: BB5 King, BB5 Prince, BB5 Sultan, dll.

2. ================================================== ================================================== =========

Bagaimana bila SIM Locknya kosong / :
SL Conf : 0000000000000000
SL Stat : 0000000000000000
SL Count: 00 00
Provider: not found
Jawaban:
A.Kita sudah tidak bisa lagi mengakali untuk permasalahan ini, mau tidak mau kita perlu melakukan ASK to RPL.

3. ================================================== ================================================== ========

Bagaimana jika kita mempunyai file RPL atau Certificate hasil Backup dari Ponsel tersebut, akan tetapi tidak mempunyai file PM dari hasil Backup dari Ponselnya?
A.File RPL atau Certificate hasil dari Backup, hanya dapat memperbaiki IMEI saja. RPL tersebut tidak dapat mengembalikan SP area atau SIM Lock data.

4. ================================================== ================================================== ========

Bagaimana jika kita memiliki file PM hasil Backup tetapi tidak mempunyai backup RPL/Certificate?
A.Dengan menuliskan atau mengembalikan PM, kita hanya bisa mengembalikan SIM Lock data, tidak dapat mengembalikan IMEI.
Seperti apa file RPL hasil Kalkulasi ASK to RPL?
A.File RPL ini yang kita ambil dari server, data ini mengandung IMEI dan SIM Lock data, file RPL ini terdiri dari NPC (Nokia Public Certificate) yang berisikan data security yang sangat lengkap, diantaranya: Public ID, IMEI, Product Code, Bluetooth ID, dll.

B.Dengan melakukan ASK to RPL melalui server Nokia, kerusakan security ponsel yang berat sekalipun dapat diselesaikan dengan baik, karena file RPL ini dapat menangani SIM Lock yang hilang (tidak ada) dan IMEI yang rusak.

Proses "kalkulasi" Ask to Rpl ini sebenarnya adalah proses fetching (pengambilan data) dari server milik Nokia berdasarkan RAP Public ID yang kita kirimkan pada file ask ketika proses read ask pada flasher box. Data-data yang diambil dari server Nokia ini dikumpulkan dalam 1 file dengan ekstensi rpl. Jadi banyak data-data dalam file rpl yang diambil dari server Nokia ini, akan tetapi yang perlu kita ketahui antara lain file rpl hasil fetching itu berisi data Imei dan Simlock Data sesuai dengan RAP Public ID yang kita kirimkan di file ask.
Contoh:
Kita kirim file ask yang berisi RAP Public: 083000049DA94F57E6294AD98C967F5258BC5786
Maka nantinya di server Nokia akan dicari IMEI dan Simlock data (dan juga data-data lainnya) untuk Public ID 083000049DA94F57E6294AD98C967F5258BC5786 dan mengirimkannya dalam file rpl
Jadi proses Ask to Rpl Nokia BB5 ini digunakan untuk mendapatkan file Rpl yang akan digunakan untuk memperbaiki Imei dan atau Simlock Data yang corrupt / rusak / kosong.
Apakah kita dapat melakukan kalkulasi ASK to RPL langsung ke Server Nokia?
A.Kita tidak dapat secara langsung mengirimkan file ask dan meminta file Rpl ke server Nokia. Untungnya ada pihak-pihak 3rd party yang menjembatani antara kita dengan server Nokia. 3rd Party tersebut antara lain :

* MXLogger
* GT Server
* BPhreaks
* Universal Box
* RPL24.com
* Dll

proses Ask to Rpl ini tidaklah gratis, para 3rd party biasanya menerapkan sistem credit untuk proses ini. Jadi nantinya kita membeli credit terlebih dahulu, baru dapat menggunakan jasa Ask to Rpl 3rd Party tersebut. Jumlah dan harga bervariatif untuk setiap 3rd partynya.
Bagaimana bila kita telah melakukan Write RPL tetapi security Ponsel masih bermasalah?

* Ponsel Nokia BB5 memerlukan penulisan PM Field (1) dan (308). Untuk melakukan hal ini adalah dengan cara melakukan SX4/PMMAuth, sebelum melakukan penulisan PM. Tetapi selama kita melakukan SX4 ponsel harus dalam keadaan local mode, dan jangan di lepas dari box flasher sebelum operasi tersebut selesai.
* Ada beberapa permasalahan yang dapat diselesaikan dengan cara downgrade terlebih dahulu lalu write RPL, SX4, dan Write PM, kemudian flash lagi dengan versi diatasnya.
Apa yang dimaksud SX4 atau PMM Auth?

A.SX4 card adalah sebuah smartcard dari Nokia yang biasanya diberikan kepada teknisi resmi level-level tertentu Nokia. Smart Card ini digunakan dengan FPS10, PPS8 untuk Calculate RPL dan memberikan Pasword Authorisasi pada Ponsel, dengan cara membuka area PM dan menuliskan PM Field 1 dan 309.

Fungsi SX4 card ini sendiri salah satunya adalah untuk otorisasi SX4 / otorisasi PMM. Dikarenakan harga smartcard SX4 ini yang harganya sangat mahal dan mungkin barangnya juga susah didapat, maka banyak flasher box yang mengemulasikan smartcard SX4 ini di server mereka dan mengimplementasikan fitur SX4 Auth / PMM Auth pada software flasher box mereka sehingga ketika user menggunakan SX4 Auth / PMM Auth pada software flasher box tersebut, maka software tersebeut akan mengakses smartcard yang telah di emulasikan pada server mereka. Oleh karena itu, pada proses SX4 Auth / PMM Auth memerlukan koneksi internet. Flasher box yang mempunyai fitur SX4 Auth / PMM Auth antara lain: JAF, UB, MXKey, MT-Box, sangat disayangkan HWK tidak mempunyai fasilitar SX4.

2.Mengapa kita harus melakukan SX4?

A.SX4 berfungsi untuk merubah atau menuliskan kembali PM area tertentu. SX4 mengkalkulasi password untuk ponsel. Karena nokia memproteksi area PM tersebut pada field (1) dan (309). Jika kita membutuhkan untuk penulisan field tersebut kita harus melakukan SX4.

3.Apa saja syarat-syarat melakukan SX4?

4.Bagaimana jika Ponsel masih tetap Contact Service, Contact Retailer padahal area security sudah tidak bermasalah?
A.Kerusakan bisa saja diakibatkan karena Hardwarenya justru yang bermasalah, seringkali permasalahan Hardware diakibatkan karena ASICs Energy Menegement (RETU, TAHVO). kerusakan dari RAP juga dapat mengakibatkan Contact Service

B.Data jaringan ( Band Lock ) yang bermasalah dapat memungkinkan ponsel tersebut Contact Service. Sebagai contoh kita memiliki ponsel 5200 yang Contact Service, kita Read Certificate dengan menggunakan software UFS atau Universal Box, check pada ?CCC_ DATA_X? dan ?HWC_DATA_X? data tersebut adalah data yang menyimpan Band Lock atau hold jaringan pada ponsel. Untuk data RPL CCC_DATA_X dan HWC_DATA_X tersebut anda dapat mengambil dari ponsel lain yang satu type namun dalam keadaan normal, dan masukan pada ponsel contact service tersebut maka ponsel tersebut akan normal kembali, jika permasalahan contact service tersebut memang disebabkan dari bandlock.
Kondisi seperti apakah bila kita memang perlu untuk melakukan proses ASK to RPL?

* Imei Corrupt / Rusak (tidak mempunyai file Backup RPL)
* Simlock Data kosong / config key=0000000000
* Repair Simlock Data berhasil tetapi HP masih tetap watchdog (mati setelah kurang lebih 3 menit)


2.Dapatkah kita melakukan Write RPL menggunakan kabel USB, bukan FBUS?
A.Tentu saja tidak bisa, karena untuk melakukan hal tersebut Ponsel harus dalam keadaan Flash Mode atau Local Mode.

      Forum: Software  ·  Post Preview: #34

No New Posts  antisipasi virus by flas disk
arsalm     Posted on: November 22, 2010 08:12 pm

Replies: 0
Views: 62     1. Buka Registry Editor, dengan cara klik menu [Start] > [Run] , ketik regedit dan klik OK.
2. Cari lokasi :
KEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\CurrentVersion\Policies\Explorer.
3. Buat key baru dengan klik kanan, lalu pilih [New] > [DWORD Value] beri nama : NoDriveAutoRun
4. Klik dua kali untuk mengisi nilai data, lalu pilih Base: Decimal dan isikan value data dengan nilai 67108863
5. Jika diperlukan, Anda dapat juga menambahkan nilai yang sama di :
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
6. Restart Komputer/Laptop anda

      Forum: Komputer  ·  Post Preview: #33

No New Posts  All GSM code
arsalm     Posted on: November 22, 2010 08:43 am

Replies: 1
Views: 33     ERICSSON

*#06# IMEI number
*#0000# or < 0 0 0 0 > Restore English menu version
> * < < * < * Version of software
< * * < Simlock info

SAMSUNG

IMEI number: * # 0 6 #
Software version: * # 9 9 9 9 # or * # 0 8 3 7 #
Net Monitor: * # 0 3 2 4 #
Memory reset (removes SIMLOCK!!!): *2767*3855# (works only on older versions)
Memory reset CUSTOM: *2767*2878# (works only on older versions)
Change dispplay contrast: * # 0 5 2 3 #
Memory info: * # 0 3 7 7 # or * # 0 2 4 6 #
Battery status: * # 9 9 9 8 * 2 2 8 #
Change sound of alarm: *#9998*289#
Vibra test: *#9998*842#

SIEMENS

S6, S8:

If you add to phonebook under ‘own phone number’ +12022243121 with namez (for example MMI), then you will see something

S10, E10:

In phonebook enter +12022243121 as your own phone no. You will see a picture with sun, two palms and greetings.

S15e:

Monitor Mode:

Code: *#7436267*8378# (*#SIEMENS*TEST#)
Hold red phone button until it code disapears.
Menu 3.3.4 Choose frequency.
Menu 3.3.4.1 Automaticaly.
Menu 3.3.4.2 Choose GSM-900
Menu 3.3.4.3 Choose GSM-1800

S25:

Enhanced Full Rate
*#3370# turns on
#3370# turns off

Haft Rate Mode
*#4720# turns on
#4720# turns off.

Languages:
*#0000#+green phone - choose automaticaly
*#0001#+green phone - English
*#0030#+green phone - Greek
*#0031#+green phone - Netherlands
*#0032#+green phone - French
*#0034#+green phone - Spanish
*#0039#+green phone - Italian
*#0049#+green phone - German
*#0090#+green phone - Turkish

How to change PIN2?

**04*old PIN2*new PIN2*new PIN2#

What is my software version?

Menu 8-8-2 press left-softkey when you see IMEI number, or *#06# and then green phone button and then press left soft-key.

How to extend battery life:

IrDA - turn on only when you need.

Turn off automatic network search (6-3)Turn off Vibration alarm.

C25:

Languages:
*#0000#+green phone - choose automaticaly
*#0001#+green phone - English
*#0030#+green phone - Greek
*#0031#+green phone - Netherlands
*#0032#+green phone - French
*#0034#+green phone - Spanish
*#0039#+green phone - Italian
*#0049#+green phone - German
*#0090#+green phone - Turkish

How to change PIN:

**04*old PIN*new PIN*new PIN#
Raja ponsel Training Center

Pusat Service & Pelatihan Teknisi Handphone
HARDWARE DAN SOFTWARE

www.rajaponsel.com
www.wahanaponsel.com
www.majelisrasulullah.org

Jl. Bangka 2 Rt.06 Rw.02 No.18
Jakarta Selatan 12720
Kel. Pela Mampang
Telp. 021 700 36 800 / 0817 839 837

Pelatihan dibimbing oleh Penulis Buku Handphone
Judul Buku : Mendeteksi dan Memperbaiki Pesawat Telepon Selular Sendiri

Penerbit : Datakom Lintas Buana
How to check simlock status
*#0606# and then press left soft-key, you will see strange characters, then text (”brak blokad”). If you see for example 260-02, it means the phone is locked to Era GSM. In older models you can use *#06# and see the same information after clickin on left key (you will see IMEI and software version).

Alcatel

Numer IMEI: * # 0 6 #

Wersja oprogramowania: * # 0 6 #

Net Monitor: 0 0 0 0 0 0 *

Alcatel One Touch Easy Secrets

Codes :

Press *#06# to view IMEI number

Press *#000000# to enter Service Menu

To view Secret Menu type 000000 then press *

Bosch

Numer IMEI: * # 0 6 #

Ustawienia poczatkowe: * # 0 0 0 0 #

Net Monitor: * # 3 2 6 2 2 5 5 * 8 3 7 8 #

Reset telefonu: # 3 3 7 0#

Bosch 738 and Bosch 718, Bosch COM 607 and 908 Secrets

Codes:

*#06# to display the IMEI

*#0000# to set the language automaticaly (To english)

*#3370# to set the Enhaced Full Rate

#3370# to Reset the phone

*#9000# to enter sim lock code

*#9003# to enter the network code

*#9004# to enter the subset code

*#9100# to remove the sim lock permanently

*#9101# to remove the corporate lock permanently

*#9102# to remove the provider lock permanently

*#9103# to remove the network lock permanently

*#9104# to remove the subset lock permanently

Reveal Engineering Menu

Press *#3262255*8378# (equivalent to *#DANCALL*TEST#) to make secret Engineering

Dancall

Numer IMEI: * # 0 6 #

Wersja oprogramowania: * # 9 9 9 9 #

Ericsson 6xx/7xx/8xx

Numer IMEI: * # 0 6 #

Wersja oprogramowania: > * < < * < *

NOKIA 3110

Numer IMEI: * # 0 6 #

Wersja oprogramowania: * # 0 0 0 0 # lub *#9999#

Przywraca ustawienia fabryczne: *#7780#

Info o simlocku (specjalne menu) : * # 9 2 7 0 2 6 8 9 # (*#war0anty# )

lub *#3110#

Zatrzymanie zegara karty SIM *#746025625#

Philips

Numer IMEI: * # 0 6 #

Info o simlock`u: * # 8 3 7 7 #

Security code: * # 1 2 3 4 # (Fizz) albo * # 7 4 8 9 #

Philips DIGA phones:

Blocking list *#3333*#

Time connected *#2558*#

Flags,something *#3377*#

Security code *#7489*#

Philips FIZZ phones:

IMEI code *#06#

SW info *#8377*#

Security code *#1234*#

Philips SPARK phones:

IMEI: *#06#

Philips GENIE phones:

*#06# IMEI number

*#2254*# Status register: C, BS, RR, MMI, CREAT.

*#2255*# activate and deactivate the “DEBUG CALL”-Mode; when activated, make a

call to a busy line an the phone will display some

hex-codes on the display

*#2558*# the time in days,hours and minutes you are connected to the net

*#2562*# not clear; the phone reconnects to the net

*#2565*# not clear; warmstart

*#3333*# (NO) BLOCKING - list (15 items)

*#2377*# “BEER”: not clear, the phone waits a random time and reconnects to the

net

*#3377*# Init, Flags, SIM LCK

*#3353*# resets the (NO) BLOCKING - list

*#7378*# Name, Length, SIM phase

*#7489*# SECURITY CODE

*#7693*# activate and deactivate the SLEEP MODE (when deactivated the battery

will go down!)

*#7787*# SPURIOUS INTERRUPT

*#7948*# SWITCH OFF

*#8463*# Some information about the SLEEP MODE: Wake, Sleep Req., Sleep
Raja ponsel Training Center

Pusat Service & Pelatihan Teknisi Handphone
HARDWARE DAN SOFTWARE

www.rajaponsel.com
www.wahanaponsel.com
www.majelisrasulullah.org

Jl. Bangka 2 Rt.06 Rw.02 No.18
Jakarta Selatan 12720
Kel. Pela Mampang
Telp. 021 700 36 800 / 0817 839 837

Pelatihan dibimbing oleh Penulis Buku Handphone
Judul Buku : Mendeteksi dan Memperbaiki Pesawat Telepon Selular Sendiri

Penerbit : Datakom Lintas Buana
SAMSUNG SGH-600 SECRET CODES

============================

*#06# -> Show IMEI

*#9999# -> Show Software Version

*#0001# -> Show Serial Parameters

*2767*3855# -> Full EEPROM Reset ( THIS CODE REMOVES SP-LOCK!!!! but also

change IMEI to 447967-89-400044-0, you must use CHGIMEI to

restore it)

*2767*2878# -> Custom EEEPROM Reset

*#9998*228# -> Battery status (capacity, voltage, temperature)

*#9998*246# -> Program status

*#9998*289# -> Change Alarm Buzzer Frequency

*#9998*324# -> Debug screens

*#9998*364# -> Watchdog

*#9998*377# -> EEPROM Error Stack

*#9998*427# -> Trace Watchdog

*#9998*523# -> Change LCD contrast

*#9998*544# -> Jig detect

*#9998*636# -> Memory status

*#9998*746# -> SIM File Size

*#9998*778# -> SIM Service Table

*#9998*785# -> RTK (Run Time Kernel) errors

*#9998*786# -> Run, Last UP, Last DOWN

*#9998*837# -> Software Version

*#9998*842# -> Test Vibrator

*#9998*862# -> Vocoder Reg

*#9998*872# -> Diag

*#9998*947# -> Reset On Fatal Error

*#9998*999# -> Last/Chk

*#9998*9266# -> Yann debug screen (=Debug Screens?)

*#9998*9999# -> Software version

*0001*s*f*t# -> Changes serial parameters (s=?, f=0,1, t=0,1) (incomplete)

*0002*?# -> unknown

*0003*?# -> unknown

      Forum: Software  ·  Post Preview: #31

No New Posts  medeteksi kerusakan.dgn analisa knsumsi teg arus
arsalm     Posted on: November 22, 2010 08:37 am

Replies: 0
Views: 66     Ponsel dapat hidup apabila sudah berhasil menempuh tahapan-tahapan diatas (Step 1 sampai 6), apabila salah satu dari tahapan diatas ada yang bermasalah, sudah pasti Ponsel tidak akan dapat hidup. Disaat melakukan Troubleshooting pada permasahalan Mati total, ada 4 faktor yang perlu kita ketahui baik tidaknya rangkaian tersebut bekerja, ke 4 faktor yang dimaksud adalah:

1. PUSL, terdiri dari tegangan: PURX 1.8V, SleepX 1.8Volt, RSTX 3.8V.
2. Baseband Regulator, terdiri dari tegangan: VCORE 1.4V, VIO 1.8V, VDRAM 1.8V, VANA, Vflash.
3. Clocking, yang diproses oleh RF CHIP, Clock ini dihasilkan oleh Oscilator VCTXO yang diberikan tegangan kerja dari VR1 2.5V.
4. MCU & DSP, terdiri dari CPU (UPP/RAP) dan MCU &DSP Software yang tersimpan pada IC Flash (Flash Memory).

Hasil pengukuran: 50mA = Potensi permasalahan: PUSL

Nilai konsumsi arus listrik baseband pada ponsel normal adalah 180mA-380mA. Jika hasil pengukuran nilainya hanya terdapat arus senilai 50mA maka kondisi ini menunjukkan CPU telah menerima tegangan kerjanya, yaitu VIO dan VCore hanya saja kedua tegangan tersebut belum terkonsumsi karena CPU belum aktif sepenuhnya. CPU akan mulai aktif setelah mendapatkan tegangan perintah PURX (Power Up Reset) dari Energymanagement, oleh karena itu perlu diukur area tegangan perintah tersebut. Apabila setelah diukur ternyata tegangan perintah atau PURX tidak ada atau kurang dari 1.8Volt, maka dapat dipastikan permasalahan ada pada Energymanagenet.

Hasil pengukuran: 10 sampai 15mAmper = Potensi permasalahan: Baseband Regulator

Kondisi ini menunjukkan bahwa baseband belum menerima arus secara sempurna. Jika ketika diukur mendapatkan nilai 50mA dipastikan tegangan kerja VIO dan VCore sudah diterima oleh CPU maka nilai 10 s.d 15mA menunjukkan tegangan kerja tersebut belum sepenuhnya diterima oleh CPU. Oleh karena itu permasalahan dilokalisir pada tegangan kerja. Area yang perlu untuk dianalisa yaitu area tegangan kerja. Jika tegangan kerja VIO atau VCore tidak ada atau nilainya kurang, maka dapat diasumsikan Energy Management yang bermasalah.

Hasil pengukuran: 70mAmper = Potensi permasalahan: Clocking

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa baseband telah mengkonsumsi arus tegangan kerja dan sudah mendapatkan tegangan perintah PURX, tetapi CPU belum bisa aktif. Salah satu faktor yang dibutuhkan oleh baseband (CPU) ? selain dari pada tegangan kerja dan tegangan perintah ? adalah clock. Clock diteruskan ke CPU melalui RF Chip. Asumsi permasalahan tadi adalah tidak adanya clock yang masuk ke CPU. Asumsi ini disudutkan permasalahannya kepada clock oleh karena clock merupakan salah satu yang dibutuhkan oleh CPU. Area diagnose perlu diarahkan kepada area RF module. Dan ketika clock tidak keluar asumsi permasalahannya kemungkinan ada pada RF Chip atau Oscilator VCTXO.

Hasil Pengukuran: 130 turun ke 50mA = Potensi permasalahan: MCU & DSP Subsistem

Hasil pengukuran menunjukkan bahwa jarum amper meter dari nilai 130mA kemudian turun menjadi 50mA. Asumsi permasalahan ini adalah bahwa sebenarnya CPU sudah sempurna mengkonsumsi arusnya, tetapi dia tidak dapat meneruskan perintahnya kepada system rangkaian yang lain. Keadaan ini dimungkinkan karena adanya data yang tidak mampu diterjemahkan oleh CPU sehingga tidak dapat melanjutkan perintahnya. Jika kondisinya demikian asumsi permasalahannya ada 2 kemungkinan: 1. Core Proccesornya bermasalah, 2. data firmware yang corrupt sehingga tidak mampu untuk diterjemahkan ke dalam system kerja ponsel.

Hasil pengukuran: 180mA turun ke 100mA = potensi permasalahan: Flash Memory

Hasil pengukuran amper meter menunjukkan bahwa konsumsi arus ponsel senilali 180mA lalu turun secara perlahan ke nilai 100mA. Jika dilihat dari nilai konsumsi baseband ponsel normal adalah 180mA, maka dipastikan bahwa CPU ponsel tersebut sudah bekerja, tetapi dia tidak dapat melanjutkan proses dari system yang seharusnya. Asumsinya adalah bahwa CPU sudah dapat bekerja tetapi dia tidak dapat mendeteksi data yang harus diteruskan kepada system rangkaian yang lain, oleh karena itu jarum amper kemudian turun secara perlahan hal ini disebabkan CPU tidak dapat melanjutkan proses kerjanya sehubungan dengan data yang tidak dapat diterima. Area yang dapat dilokalisir adalah area dimana data tersebut disimpan. Data dalam hal ini disimpan pada CMT Flash, oleh karena itu karena data yang tidak dapat ditemukan oleh CPU maka asumsinya adalah CMT Flash yang bermasalah.....
      Forum: Handphone  ·  Post Preview: #30

No New Posts  optimasi win7
arsalm     Posted on: November 20, 2010 07:53 pm

Replies: 0
Views: 95     Optimasi Windows 7 penting untuk meningkatkan performa Windows 7 Anda. Panduan yang diberikan dibawah ini akan membuat Windows Anda bekerja lebih efisien dan cepat, meningkatkan performa dan kinerja sistem Windows Seven pada PC / Laptop / Notebook Anda. Tip optimasi Windows 7 dibagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama akan menunjukkan langkah-langkah panduan optimasi yang sederhana, bisa dilakukan orang awam. Bagian kedua dari tips optimasi Windows 7 memerlukan pengetahuan yang lebih. Jika Anda masih awam, silahkan minta bantuan teman yang lebih ahli.

Berikut ini langkah-langkah Tips Optimasi Windows 7 bagian pertama:

1. Hapus program atau software yang tidak pernah Anda gunakan

Komputer atau laptop baru seringkali sudah dilengkapi dengan berbagai program yang belum tentu bisa dipakai, seperti program-program versi trial atau versi terbatas yang sengaja diinstal kedalam komputer untuk Anda coba dan jika Anda suka, Anda bisa membelinya. Jika Anda tidak menyukainya, hapus saja software semacam ini. Karena software itu akan memakan resource Anda, baik di harddisk maupun memory.

Perhatikan juga aplikasi-aplikasi yang tidak pernah Anda pakai. Kita mungkin terbiasa membiarkan beberapa program yang pernah kita install di waktu yang lalu, tapi mungkin sudah tidak pernah menggunakannya lagi. Cari aplikasi semacam ini dan uninstall saja.

Periksa juga aplikasi antivirus, backup, pembaca CD, dan lain-lain. Aplikasi semacam ini biasanya dipanggil saat startup, tinggal di memory dan membuat komputer Anda terasa lambat. Jika Anda tidak membutuhkannya sebaiknya dihapus saja.

Masuk ke Control Panel -> Add or Remove Programs, uninstall program yang tidak Anda pakai.

2. Batasi program yang dipanggil saat booting / startup

Beberapa developer membuat program mereka dipanggil saat startup, supaya kita ingat untuk menggunakannya. Tapi seringkali program-program itu belum tentu berguna buat Anda. Lihat icon-icon di sebelah kanan bawah di samping jam, program aplikasi apa saja yang ada disana? Apakah Anda membutuhkannya? Jika tidak, cari settingnya supaya program tersebut tidak dipanggil saat startup.

Program yang umum dipanggil saat startup, antara lain:
- Messenger (YM, MSN, Skype)
- Antivirus
- Aplikasi touchpad (untuk laptop / notebook)
- Aplikasi terjadwal otomatis (update, backup, defrag, dll)

Cari setting di program-program itu supaya tidak dipanggil saat startup windows. Atau tekan ke: start -> ketik ‘msconfig’ di kolom search, klik tab ‘Startup’, hilangkan centang di program yang Anda ingin singkirkan dari Startup.

3. Defragment Harddisk

Jika kita sering meng-install atau menghapus program, atau memindahkan file / folder berukuran besar, maka harddisk akan meninggalkan sebagian kecil dari program dan ini bisa tersebar dimana-mana di dalam harddisk. Akibatnya ketika kita memanggil file atau program tertentu, harddisk bekerja extra untuk mencari file atau program yang diperlukan. Keadaan ini disebut dengan ‘fragmented’ atau fragmentasi.
Fragmentasi pada harddisk membuat komputer bekerja lebih keras, karena harddisk mencari data / file / program di lokasi yang terpencar-pencar. Solusinya, lakukan defragm secara berkala supaya harddisk Anda bekerja lebih efisien. Tekan Start -> ketik ‘Disk Defragmenter’ di kolom search.

4. Bersihkan harddisk

File-file yang tidak terpakai memenuhkan harddisk dan bisa membuat komputer / laptop Anda menjadi lambat. Buang file-file di recycle bin, temporary folder dan cache internet browser.

5. Hindari menjalankan banyak program dalam waktu yang bersamaan

Jika Anda tidak benar-benar perlu, jalankan sesedikit mungkin aplikasi secara bersamaan. Aplikasi yang berjalan bersama-sama (multitasking) tentu akan memakan resource lebih banyak.

6. Matikan efek-efek visual

Jika Windows 7 terasa lambat, Anda bisa mematikan beberapa efek visual. Anda mesti memilih tampilan yang bagus atau kecepatan. Jika komputer / notebook Anda dilengkapi dengan prosesor yang cepat dan memory yang besar, maka Anda tidak perlu melakukan hal ini. Tapi jika Anda tidak puas dengan performa komputer Anda, berikut ini cara mematikan efek visual:

- Buka Performance Information and Tools dengan cara, tekan Start – Control Panel, di search box (kotak pencarian) masukan Performance Information and Tools, dan pilih Performance Information and Tools dari hasil pencarian

- Pilih Adjust visual effects, klik tab Visual Effects, dan klik Adjust for best performance dan kemudian klik OK. Atau Anda bisa memilih Let Windows choose what’s best for my computer, supaya tampilannya tidak terlalu turun drastis.

7. Lakukan restart

Jika Anda jarang mematikan komputer / notebook Anda, lakukan Restart secara periodik. Beberapa orang lebih suka mematikan laptop melalui hibernate atau standby, supaya jika ingin menggunakannya lagi, laptop bisa dinyalakan lebih cepat. Tapi cara itu akan menumpuk data di memory, sehingga laptop makin lama, makin terasa lambat. Jika Anda termasuk golongan ini, lakukan Restart lebih sering.

8. Cek virus dan spyware

Virus dan spyware seringkali juga menyebabkan komputer terasa lambat, karena virus dan spyware biasanya dipanggil pada saat booting dan tinggal di memory. Bahkan beberapa virus sengaja memenuhi memory Anda dan memperlambat kerjanya.
Gunakan antivirus dan antispyware untuk men-scan komputer Anda.

9. Tambahkan memory & kecepatan prosesor Anda

Jika Anda merasa telah melakukan langkah-langkah 1 sampai 7 dan tetap merasa lambat. Anda perlu memeriksa spesifikasi laptop / komputer Anda. Apakah spesifikasinya sudah memenuhi spesikasi yang direkomendasikan oleh Microsoft? Jika ternyata spesifikasi Anda masih belum memenuhi, upgrade memory Anda atau upgrade komputer Anda dengan Prosesor yang lebih cepat.

Sudah merasakan komputer / laptop / notebook Anda terasa lebih cepat? Jika Anda masih kurang puas, silahkan ikuti petunjuk Tips Optimasi Windows 7 – Bagian 2 Tips optimasi Windows 7 bagian kedua akan memerlukan pemahaman yang lebih mendalam tentang Windows 7, karena cara-cara yang ditunjukkan akan berkaitan dengan file-file yang penting di Windows. Jadi pastikan Anda mengikuti langkah demi langkah dengan cermat. Jika Anda tidak yakin, sebaiknya meminta bantuan orang yang lebih ahli. Karena kesalahan dalam menjalankan petunjuk, dapat berakibat fatal, bahkan ada kemungkinan Windows Anda rusak, tidak dapat dipanggil. Jadi berhati-hatilah. Jangan lupa lakukan backup bila diperlukan.

Berikut ini langkah-langkah Tips Optimasi Windows 7 bagian kedua:

1. Matikan Service yang tidak diperlukan

Banyak Service di Windows 7 yang tidak setiap hari kita perlukan. Services semacam ini sebaiknya di nonaktifkan. Me-nonaktifkan service yang tidak diperlukan dapat meningkatkan kecepatan booting system. Ada dua macam pilihan untuk menonaktifkan service, yang pertama adalah menonaktifkan total (disable), yang kedua adalah men-set-nya menjadi manual. Cara yang kedua ini lebih aman, karena Anda dapat mengaktifkannya sewaktu-waktu Anda perlu.

Services dibawah ini dapat di non-aktifkan (set menjadi manual):

- Application Experience
- Computer Browser (Jika Anda tidak bekerja dalam jaringan)
- Desktop Window Manager Session Manager (Jika Anda tidak menginginkan Efek Aero)
- Diagnostic Policy Service
- Distributed Link Tracking Client
- IP Helper
- Offline Files

0 komentar:

Posting Komentar

TAMOE

ALEXA KEY

Total Tayangan Laman

VISITOR

kumpulblogger.com

About Me

Foto Saya
saya seorang pekerja keras yang tidak mau bermalas-malasan seperti pepatah bilang larilah kamu dengan cepat jgn pernah menoleh kebelakang karna kesuksesan itu ada ada didepan anda..
  • Recent Posts

Adhitz.Daftar per klik Rp.100

Connect With Us

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Recent Posts

Tinggal Klik

Web Hosting

KONSULTASIKAN PERMASALAHAN HANDPHONE

BAGI ANDA YANG MEMPUNYAI PERMASALAHAN HANDPHONE BISA LANGSUNG KIRIM PESAN KE EMAIL hendriehens@gmail.com"
SELAMAT DATANG DI REYHANSPONSELBASIRIH.BLOGSPOT.COM

AMAZONE.COM

Ada kesalahan di dalam gadget ini

DAFTAR DISINI UNTUK PENGHASILAN POSTING DARI BLOG ANDA

Blog Advertising - Advertise on blogs with SponsoredReviews.com

Cari Blog Ini

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons